BelajarEtika Makan Orang Belanda. 28 April 2012 02:54 Diperbarui: 25 Juni 2015 06:01 3249 0 2. +. Lihat foto. 1335581578443745860. Segala hal mengenai Belanda memang menarik untuk selalu di ikuti, tak hanya bahasa dan kincir anginnya saja yang terkenal. Tradisi budaya Belanda juga menarik untuk di ketahui, termasuk tradisi ketika makan.
Etikamakan menjadi hal yang harus diperhatikan dengan cermat agar kesan profesional selalu terlihat meskipun sedang tidak berada pada jam kerja. Ada beberapa hal lagi yang tidak diperbolehkan di China yaitu tidak boleh menghabiskan semua makanan di piring. Jika di Indonesia menghabiskan semua makanan yang ada di dalam piring itu
EtikaMakan di India. Film India sekarang ini sedang 'bertebaran' di Indonesia. Dari pagi hingga tengah malam, selalu saja ada film India yang putar. Bahkan, bintang filmnya pun sampai-sampai diundang ke Indonesia. Sebagian orang Indonesia jadi benar-benar menggandrungi film dan bintang film dari India. Nah, hal ini juga membuat masyarakat
Fast Money. Beda negara beda budaya, sebagai tamu harus bisa menyesuaikan. Pernah mendengar peribahasa “lain ladan lain belalang, lain lubuk lain ikannya”? Hayo, siapa yang buru-buru buka buku pelajaran SD untuk cari artinya? Peribahasa tersebut mepunyai arti setiap tempat atau daerah memiliki adat istiadatnya masing-masing. Adat istiadat tidak hanya tentang upacara kebudayaan atau pakaian, adab menyantap makanan pun termasuk ke negara di bawah ini punya etika makan unik yang tentunya berbeda dengan Indonesia. Kesepuluh negara ini juga merupakan destinasi wisata favorit para wisatawan asing. Yuk, simak satu per satu, agar kamu tidak kaget saat berkunjung ke negara-negara tersebut. Bisa-bisa dijutekin warga sekitar hanya karena tidak memahami etika santap makanan di Korea dahulukan orang yang lebih mirip dengan tradisi di Indonesia, etika makan di Korea juga mendahulukan orang yang lebih tua. Jika dalam satu meja makan terdapat kakek, ayah, ibu, kamu, dan adikmu, maka kamu baru boleh mengambil dan menyantap makanan setelah kakek, ayah, dan ibu sudah mulai makan. Jadi adikmu harus terima nasib jika makanan yang tersisa hanya sedikit Jepang Jangan menyuapkan makanan ke mulut orang lain dengan Jepang, sumpit selain digunakan untuk makan, juga digunakan untuk memindahkan tulang-tulang pada prosesi pemakaman. Maka dari itu sangat tidak sopan jika kamu memindahkan makanan dari piringmu ke mulut orang lain dengan sumpit. Jika ingin menawarkan makanan, cukup sodorkan saja piring atau mangkokmu dan biarkan orang itu mengambil dengan sumpitnya Tiongkok Jangan arahkan sumpit ke wajah orang dari negara Asia, sumpit menjadi alat makan yang populer. Nah, di Tiongkok sebaiknya jangan meletakkan sumpit dalam posisi vertikal. Selain itu, saat makan bersama dalam satu meja, jangan sampai ujung sumpitmu mengarah ke wajah orang lain. Itu adalah hal yang sangat tidak sopan dalam etika santap makanan di sana. Usahakan ujung sumpitmu mengarah ke piring atau mangkok Thailand Lupakan fungsi di Indonesia makan dengan sepasang sendok dan garpu adalah hal yang dianjurkan, maka lupakan aturan ini saat berkunjung ke Thailand. Di sana, garpu nyaris tak berfungsi. Penggunaan garpu saat makan dianggap melanggar etika sopan santun. Bahkan hanya untuk membantu meletakkan makanan ke sendok pun tidak dibenarkan menggunakan garpu. Jadi kalau berniat mengunjungi Thailand dalam waktu dekat, berlatihlah makan tanpa Inggris Jangan memasukkan seluruh bagian sendok ke dalam iri nggak sih melihat postur tubuh wanita-wanita bangsawan Inggris yang ramping? Ternyata etika makan di sana berpengaruh terhadap postur tubuh mereka. Di Inggris, tidak dibenarkan memasukkan seluruh bagian sendok ke dalam mulut saat menyuapkan makanan. Jadi makanan biasanya hanya terletak di bagian ujung sendok. Untuk makanan berkuah, ujung sendok diletakkan di ujung bibir kemudian diseruput perlahan. Gimana nggak langsing kalau makannya sedikit-sedikit begitu? Bisa ditiru, nih!6. Timur Tengah Selalu gunakan tangan Tengah identik dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam. Maka etika makan yang baik di sana adalah selalu menggunakan tangan kanan dan dilakukan dalam posisi duduk. Kalau yang satu ini sama seperti negara kita, ya. Jadi tidak terlalu menyulitkan dalam proses Chili Hindari menyentuh makanan dengan tangan di negara Chili tidak dibenarkan menyentuh makanan dengan tangan secara langsung. Bahkan untuk makan kentang goreng saja mereka menggunakan garpu. Kebayang dong gimana sedihnya orang Indonesia kalau berkunjung ke sana. Apalagi yang hobi makan pose kaki-naik-satu ala warteg dan menyantap dengan tangan Italia Terima tawaran yang Italia, orang-orangnya sangat suka makan. Ketika mereka menawarkan makanan, sesungguhnya mereka tidak benar-benar ingin memberikannya padamu. Jadi saat mereka menawarkan makanan, jangan langsung diterima dulu. Tunggu sampai mereka menawarkan untuk yang kedua kalinya, karena itu berarti mereka benar-benar ingin membagikannya denganmu. Oh ya, jangan pernah meminta keju saja pada mereka. Keju adalah makanan yang amat mereka Perancis Makan siang sembari di Indonesia ada slogan “makan nggak makan yang penting kumpul”, maka di Perancis momen kumpul itu adalah saat makan siang. Santap siang di sana dijadikan momen bersantai bersama orang-orang terdekat. Jadi jangan pernah makan siang secara terburu-buru di sana. Nikmati santap siangmu dengan santai sambil India Suka bersendawa setelah makan? Di sini aman! di Indonesia bersendawa setelah makan dianggap tidak sopan, maka lain cerita dengan negara penghasil film Bollywood ini. Di India, bersendawa setelah makan justru dianggap menghargai si pembuat makanan atau pemilik rumah yang menyajikan. Karena dengan bersendawa artinya kita kenyang dan sangat menikmati hidangan yang disajikan. IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Ketika atasan atau klien mengundangmu untuk makan malam, tentu kamu paham bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar makan bersama. Di samping ada hal yang ingin dibicarakan, mereka juga bisa menilai kepribadianmu melalui kebiasaan makanmu. Berbicara tentang etika makan, seorang career coach bernama Barbara Pachter membeberkan daftar do’s and don’t saat menghadiri jamuan makan malam yang bisa kamu simak di bawah ini. Ketika klien atau atasan mengundangmu untuk makan malam bersama, biarkan mereka memilih restoran dan menentukan pukul berapa makan malam dimulai. Bagi kamu yang berada di posisi pengundang, jangan lupa untuk melakukan reservasi terlebih dahulu dan memastikan ketersediaan tempat duduk. Kamu juga berhak merekomendasikan menu andalan di restoran tersebut. Meski kamu seorang wanita dan klienmu adalah seorang pria, sebaiknya kamu berhenti berharap mereka akan menarik kursi untukmu. Mereka memang mempersilakan kamu untuk duduk, tapi kamu harus menarik kursimu sendiri. Baik kamu adalah orang yang diundang atau pengundang, sesuaikan menu yang kamu pesan dengan yang mereka pesan. Jika mereka memesan appetizer, pesanlah appetizer dan jangan terburu-buru memasan main course walau kamu sedang lapar. Tunggu waktu yang tepat untuk memesan menu selanjutnya. Sebelum menghadiri acara makan malam, sebaiknya kamu menyempatkan diri untuk mencari informasi tentang tata cara menggunakan silverware atau alat makan dan urutan menggunakannya. Mereka akan menilai kepribadian dan pengetahuanmu pada situasi ini. Dalam etika makan, kamu perlu mengingat konsep BMW yang berarti bread, meal dan water. Jika kamu kebingungan saat mengatur tata letak meja makanmu, ingatlah bahwa roti B selalu berada di sisi kiri, makanan M berada di tengah dan air W di samping kanan. Ketika kamu harus berbincang dengan klien dan harus berhenti sejenak dari santap malammu, kamu perlu tahu bagaimana menyusun alat makan yang benar. Begitu pula ketika kamu berhenti makan karena kenyang. Setiap negara memiliki budaya dan etika yang berbeda, jadi sebaiknya kamu cari tahu dulu restoran apa yang kamu datangi dan bagaimana etikanya. Setelah selesai makan, biarkan piringmu berada di posisi awal dan nikmati obrolanmu dengan lawan bicara. Pelayan restoran yang bertanggung jawab untuk mengangkat piringmu. Begitu pula dengan gelas yang sudah kosong, pelayan lah yang bertanggung jawab untuk menuangkan minuman untukmu. Serbet yang disediakan oleh restoran berfungsi untuk mengelap noda atau sisa makanan yang mungkin tertinggal di sekitar mulutmu. Namun jangan sekali-kali menggunakan serbet tersebut untuk membuang ingus saat kamu sedang pilek ya, Bela. Jika kondisinya darurat, lebih baik kamu izin sebentar untuk ke kamar kecil. Ingat, Bela, kehadiranmu di sana bukanlah untuk mengisi perut yang kosong atau mencicipi makanan baru. Tujuan utamamu di sana adalah untuk keperluan bisnis. Jika kamu merasa kekenyangan, biarkan saja sisa makananmu. Meminta pelayan untuk membungkus makanan sisa akan terlihat tidak etis di mata klien atau atasan. Kamu tak perlu sungkan atau tak enak hati karena makananmu dibayari mereka. Namun jika kamu adalah pihak yang mengadakan acara makan malam, kamu harus membayar makanan yang tamu makan, tak peduli jenis kelamin tamumu. Namun jika tamu pria menawarkan diri untuk membayar, kamu bisa mengatakan bahwa keperluan untuk pertemuan ini ditanggung perusahaan. Selain dua kata tersebut, kamu juga tidak diperkenankan untuk menyampaikan kritik tentang makanan atau suasana di restoran. Meski kamu menyampaikannya kepada pelayan, pengundang akan merasa tersinggung karena mereka merasa pilihannya tidak dihargai. Makan malam menjadi salah satu cara untuk melakukan pendekatan dengan seseorang, termauk rekan bisnis. Sebagai wanita karier yang profesional, kamu perlu menjaga sikap dengan mengetahui etika makan agar segala urusan yang kamu hadapi dengan mereka bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Semoga sukses, ya!
SETIAP negara memiliki tradisi dan budaya yang berbeda, termasuk soal etika makan. Di Indonesia, kebanyakan orang terbiasa makan menggunakan tangan kanan. Berakar dari tradisi Islam yang diyakini mayoritas masyarakat Indonesia, makan dengan tangan kanan dianggap lebih baik dan sopan. Serupa dengan tradisi tersebut, di negara-negara lain di dunia ternyata juga memiliki etika-etika tertentu yang harus ditaati seseorang ketika sedang makan. Berikut beberapa etika makan unik dari seluruh dunia 1. Jangan makan roti sebagai appetizer saat di Prancis Saat liburan ke Prancis dan makan di restoran lokal, jangan sekali-kali memakan roti yang disajikan sebelum makan besar. Jika ingin memakannya, Anda bisa menyantap roti bersama menu utama atau dengan keju sebagai makanan penutup. Jika tidak ingin memakannya, Anda bisa menaruhnya begitu saja di meja. 2. Jangan membalik ikan di Tiongkok Biasanya, setelah menghabiskan daging di bagian atas, Anda akan membalik ikan untuk menghabiskan bagian satunya lagi. Namun jangan melakukan hal itu saat sedang makan di Tiongkok dan Hong Kong. Karena membalik ikan sama saja dengan "dao yue" yang berarti nasib buruk. Malah, saat membalik ikan, sama saja Anda membalik perahu sang nelayan yang menangkap ikan tersebut. Anda bisa membuang semua duri dan memakan daging baliknya setelah menyingkirkan duri. 3. Jangan minta keju parmesan saat makan di Italia Jika tidak diberikan keju parmesan, jangan meminta keju parmesan. Karena menurut orang Italia, menaruh parmesan di atas pizza sama saja seperti merusak makanan. Jadi saat tidak ada keju parmesan di meja Anda, berarti memang makanan itu sengaja tidak disajikan bersama parmesan. 4. Hindari makan dengan tangan saat di Chili Chili memiliki etika makan yang cukup formal dibanding beberapa negara lain. Saat traveling ke sini, pastikan Anda selalu makan dengan menggunakan alat bantu seperti garpu dan pisau. Tidak ada makanan yang boleh disentuh langsung dengan tangan, meski itu adalah kentang goreng bahkan kacang goreng. 5. Hormati orang tua saat di Korea Saat orang tua menyajikan minum ke Anda, terimalah dengan kedua tangan. Setelah menerima dengan kedua tangan, Anda wajib menganggukkan kepala sedikit dan menyeruput minuman tersebut sebagai tanda penghormatan. Saat makan bersama di satu meja, jangan mulai makan sebelum orang tua memulai. Begitu juga saat selesai, jangan meninggalkan meja sebelum para orang tua beranjak dari meja makan. 6. Jangan menggunakan garpu di Thailand Garpu hanya digunakan sebagai pengatur makanan saat di piring, tidak lebih. Jika di negara Barat, garpu jadi alat makan utama, tidak begitu halnya dengan di Thailand. Jadi hindari menggunakan garpu saat berada di Thailand. Sebagai pengganti garpu, Anda bisa menggunakan sumpit. 7. Pantang menancapkan sumpit di mangkuk nasi di Jepang Anda biasanya tak begitu peduli di mana menaruh sumpit saat sedang makan. Beda saat sedang makan di Jepang. Pantang menancapkan sumpit di mangkuk nasi saat sedang makan. Karena, sumpit yang ditancapkan di mangkuk dengan berisi nasi biasanya ada di pemakaman. Taruh sumpit di tepi mangkuk atau piring. Lagi pula, biasanya ada alat penyangga sumpit di setiap meja makan. 8. Makan menggunakan tangan kanan di kawasan Timur Tengah, India dan beberapa negara di Afrika Di India Selatan, Anda sama sekali tak boleh menyentuh makanan dengan tangan kiri. Bahkan Anda tak boleh menyentuh piring yang berisi makanan dengan tangan kiri. Peraturan itu juga berlaku di beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika. Ini dikarenakan tangan kiri identik dengan tangan yang kotor. 9. Dilarang makan taco dengan garpu dan pisau di Meksiko Memilih untuk memotong-motong taco agar tidak berantakan saat makan bisa jadi ide yang menurut Anda brilian. Namun tidak halnya dengan orang Meksiko. Menurut mereka, taco hanya pantas dimakan dengan tangan. Mereka akan menganggap Anda aneh saat memakan taco dengan alat bantu. Agar terlihat seperti orang lokal, makanlah taco dengan tangan saat libutan di Meksiko. 10. Jangan mainkan sendok di dalam mulut di Inggris Saat berada di Inggris, Anda tak boleh memainkan sendok di mulut. Bahkan untuk memakan sup saja, Anda diharuskan meletakkan ujung sendok di ujung bibir, lalu diminum sedikit demi sedikit, tanpa harus memasukkan seluruh ujung sendok ke mulut. bms/wndlist/es
etika makan di indonesia